Postingan

Lukisan Untukmu

Nanti jari ini berdarah-darah, memenuhi lantai merah. Kau pun takkan peduli. Terkoyak-koyak kau buat jantung. Enggan membelah lapisan luar kulit. Secara perlahan, tak ada lagi buah di hadapan kain putih. Air telah mencampurkan semua warna. Gelap dan membosankan.  Lukisannya tidak jelas. Buahnya sudah hilang. Dua bola mata yang tak berpasangan. Tak mau berpasangan. Mengharapkan satu-dua jiwa menilik. Memungut warna merah dari lantai dengan pisau. Menghunuskannya pada kain putih. Nanti lukisan berbau anyir ini akan terjual cepat. Kau pun takkan peduli. Seribu jahitan baik di kulit maupun di kain. Dan kau, hidup dengan jari utuh.

Sifat Warga Jakarta

    Jakarta tidak pernah berdamai dengan nasibnya. Tidak pernah benar-benar berdamai. Satu purnama telah terlewati di Jakarta, di mana tubuhnya tak pernah kering sepenuhnya. Selalu bersembunyi dari si penyebab lembabnya Jakarta.       Walau sembunyi, kebisingan selalu hadir di Jakarta. Bahkan saat ia terlelap dengan pelukan sinar bulan, dibalik asap hitam. Jakarta tak mau mematikan mata lampunya. Orang-orang terus hidup dan berlari, sombong akan ego yang dimiliki. Ramai dan gaduh.      Jakarta melayaniku dengan keramaian. Melewati kerumunan manusia tanpa jiwa. Bersentuhan dengan ribuan penglihatan manusia lainnya. Manusia-manusia yang kubenci perihal sesuatu yang tak berdasar. Aku benci karena dari antara ribuan manusia ini, tak ada satupun yang benar-benar peduli kepadaku.      Tidak ada manusia di Jakarta yang peduli, jika aku mengatakan bahwa aku tersenyum ketika melihat dua anak kecil yang berlarian dan tertawa sambil mengg...

Filosofi Pisang

      Hal-hal tidak masuk akal yang terjadi pada kehidupanku memang sering terjadi, tapi bukan berarti hal yang masuk akal tidak pernah terjadi. Beberapa bulan ini aku secara perlahan mulai terbiasa dan beradaptasi dengan ke-absurdan masyarakat. Aku seperti anak indigo yang sedang membiasakan diri hidup berdampingan dengan hantu. Aku menelaah faktor dari segala faktor yang menyebabkan suatu tindakan manusia agar semua ini masuk akal untukku, dan agar aku dapat mengerti sudut pandang mereka. Namun, dari semua hal-hal yang mulai masuk akal, hanya satu hal yang membuatku tak perlu menelaah lebih dalam faktor dari tindakan manusia tersebut.       Suatu pagi yang tidak spesial di hari Sekolah, aku berangkat dengan ojek online dan dengan pemandangan yang sama. Selalu melewati beberapa lampu merah, bertemu siswa dari sekolah lain yang berangkat pada jam yang sama, klakson di mana-mana, dan melewati truk hitam kecil yang menjual pisang. Truk itu parkir di ping...

Surat Dari Tubuh Tak Ber-inang

      Aku sudah menjalani sembilan bulan hidup dengan umur 16 tahun. Pada tahun ke-16 aku hidup di dunia ini, aku merasa bahwa tidak pernah ada yang benar-benar singgah pada jiwa yang dimiliki tubuh ini. Aku merasa seperti laut di tengah gunung. Temanku selalu memiliki teman lain yang lebih dekat. Aku selalu fokus pada mengembangkan potensi diriku yang mayoritas gagal berkembang. Sejujurnya, aku lelah terus mempelajari kesalahanku. Aku rasa ini sudah cukup. Saatnya aku meraih atau mendapatkan sesuatu, bukan?.     Aku menyukai momen-momen di mana aku hanya berdua saja antara jiwaku dan tubuhku. Percakapan imajiner yang terjadi nyaris setiap menit. Karena dengan itu aku tak perlu bergantung pada benang dari tubuh manusia lain. Aku bebas menentukan apa yang ingin aku lakukan. Aku juga menyadari bahwa manusia tidak pernah benar-benar peduli dengan manusia lainnya sebab mereka terlalu peduli dengan diri mereka masing-masing sehingga sampai lupa untuk menilai kehadira...

Perjalanan Ojek Dari Jakarta Menuju Edinburgh

          Hujan kembali menampakkan dirinya setelah beberapa purnama tidak bertegur sapa dengan warga kota Jakarta. Sebagai salah satu dari warga itu, aku tidak menyiapkan perkakas untuk melawan hujan. Hanya jaket tipis dan lagu-lagu yang cocok jika disandingkan dengan suara hujan. Akhir-akhir ini Jakarta menghembuskan angin yang dingin dengan frekuensi yang cukup sering kurasakan. Apakah ini yang dirasakan oleh orang-orang di Eropa sana ketika musim gugur?.          Suatu pagi aku bersiap untuk berangkat ke Sekolah. Suasana saat itu sangat dingin. Cahaya matahari datang terlambat. Aku mengintip dari balkon untuk melihat langit, dan benar saja, ternyata diluar sedang gerimis lembut. Aku dengan sengaja tidak memberi tahu mama karena beliau pasti akan membicarakan ke-khawatir-annya berkali-kali. Pada pagi buta, aku lebih memilih untuk semua orang yang berada di radius 5 Km dariku untuk diam tanpa sepatah katapun. Demi kewarasan pribad...

Penerapan Monolog Jo March

 " Women, they have minds, and they have souls, as well as just hearts. And they've got ambition, and they've got talent, as well as just beauty. I'm so sick of people saying that love is just all a woman is fit for. I'm so sick of it. But i'm so lonely." Little Women, 2019. Aku tidak peduli dan hanya diam mendengar ujaran misoginis. Mereka pikir. Semua perempuan hanya peduli dengan kecantikan dan hubungan mereka dengan laki-laki. Mereka bilang. Aku seorang perempuan. Aku adalah seorang perempuan namun aku tidak pernah menganggap diriku cantik dan aku tidak pernah menjalani suatu hubungan dengan laki-laki. Tidak ada laki-laki yang ingin menjalin hubungan denganku karena aku cantik. Lalu mengapa mereka selalu mengatakan hal palsu seperti itu? Disinilah aku, pukul 12 malam, terbangun, dan masih mengetik tentang kebencianku tentang stereotip yang diberikan kepada kaumku. Di tahun modern 2025. Aku lelah perempuan dianggap manusia bodoh. Namun di sisi lain, ada...

Konsep Kematian

 Pengalamanku terhadap kematian hanyalah melalui film-film yang ku tonton. Dan tak jarang membuatku menangis tentu saja, aku adalah orang yang sensitif dan menaruh perasaan pada benda mati. Sampai pada hari dimana aku mengalami kejadian itu di dunia nyata. Hal yang biasanya kulihat melalui layar, sekarang berada persis di depan mataku.  Hari itu aku mendapatkan kabar duka yang tak jauh berasal dari rumahku sendiri. Tempat dimana aku dibesarkan semenjak lahir. Aku sebenarnya sudah mengetahui bahwa 'ini' akan terjadi, namun tetap saja, kematian adalah sesuatu yang dapat mengganggu kestabilan jiwa seseorang. Jujur saat itu aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Kesedihan sudah pasti. Ini adalah pertama kalinya aku mengalami kematian dari keluarga terdekatku.  Saat aku sampai, tenda sudah didirikan, orang-orang mulai berkumpul, dan disitu aku melihat papa yang sedang melayani tamu-tamu kelabu. Tubuhnya tampak lebih kurus dari pada biasanya, kami memang jarang bertemu pada...