Lukisan Larakinasih
Seorang wanita berkebaya hijau, lengkap dengan batik Parang. Duduk bagaikan seorang Ksatria martir dari dongeng-dongeng negeri Eropa. Kedua bola matanya menatap lurus kepada siapapun yang melihat lukisan dirinya. Dagunya terlihat sedikit didongakkan. Tak ada sehelai senyuman yang terlihat. Ia mamakai dua cincin. Rambut hitamnya yang di gelung dengan rapih. Sebuah meja bundar dilengkapi dengan sebuah buku yang halamannya terbuka dan ditemani lilin berwadah ukiran besi yang bercabang tiga, menambah kesan wibawa pada wanita dan lukisan ini secara keseluruhan. Kau yang berkebaya hijau, apakah benar kau seperti apa yang diceritakan oleh lukisan ini? Atau ini hanya wadah pujian untuk si pelukis?. Kau tak mau mengeluarkan suatu kalimat pencerah pertanyaanku. Kau justru memulai prolog suatu cerita. Beberapa bayi membelah dirinya dari rahim wanita yang tak menyangka bahwa dirinya akan bertahan hingga usia dewasa. Kau, wani...