Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Persetan Kamu

      Ini sangat amat membunuhku. Fakta bahwa aku sedang menyukai seseorang namun aku tidak bisa melakukan apapun dengan rasa suka ini. Aku tidak bisa mendekatinya, aku tidak bisa memilikinya, aku tidak bisa dekat dengannya. Dan satu topik utama untuk dirinya adalah aku takut dia merasa risih dengan diriku. Aku tidak bisa melakukan apa-apa dengan perasaan ini. Kalaupun kami memiliki hubungan yang resmi, pada akhirnya kami akan berakhir dengan perpisahan. Perpisahan yang sebenarnya kami berdua sudah tahu akan terjadi dalam hitungan menit. Kami berdua sudah tahu bahwa akhir dari hubungan ini adalah perpisahan mutlak yang terjadi karena *****.     Tapi itulah masalahnya. Aku tahu semua pendekatan untuk memilikimu adalah sia-sia. Dan salah satu hal yang paling kubenci di dunia ini adalah orang-orang yang membuang waktuku. Mendekati dan mencintaimu adalah salah satu hal yang membuang waktuku. Tapi sekali lagi, itulah masalahnya. Aku ingin selalu mendekatimu. Sat...

Percakapan Imajiner

       Aneh rasanya ketika menangkap diriku enggan untuk pergi ke Bioskop seorang diri. Biasanya aku selalu senang ketika diberi kesempatan untuk berpergian jauh sendiri. Aku sudah terbiasa melakukan apapun hanya dengan diri sendiri. Orang lain adalah orang lain, aku hanya bersama pikiranku yang berdialog pada setiap pergerakkanku. Setiap langkah tercipta obrolan imajiner dengan entah siapa, aku seperti menciptakan sosok manusia lain khusus untuk mengajakku berbicara di dalam kepalaku.     Tapi kali ini.. kali ini aku tidak mau melakukan itu. Sudah jarang sekali manusia buatanku ini menampakkan dirinya di dalam pikiran-ku. Percakapan-percakapan imajinerku ini sekarang sudah memiliki nama dan rupa. Nama dan rupa yang nyata berjalan di atas permukaan bumi ini. Aku membayangkan percakapan kami berlatar belakang di penjual kaki lima yang memberi tempat untuk makan di pinggir jalan. Kendaraan-kendaraan menjadi musik latar belakang pembicaraan kami. Lebih baik la...

Seharusnya Tanpa Ada Yang Salah Dengan Itu

Saya sadar, bahwa jika saya mengatakan "Saya Mencintaimu" adalah sebuah kesalahan besar, dan juga gerbang dari segala petaka. Tapi ketahuilah, bahwa ini hanya sebuah perasaan,  yang seharusnya tidak menyakitimu, tidak juga saya. Percayalah, bahwa saya hanya ingin dicintai.  Saya adalah manusia yang diizinkan Tuhan untuk hidup tanpa alasan yang jelas, dan saya hanya ingin mencintaimu. Seharusnya tanpa ada yang salah dengan itu.  Namun, mencintaimu telah membuatku merasa seperti seorang kriminal yang sewaktu-waktu akan ditangkap.  Ketahuilah, kejahatan yang saya lakukan hanya mencintaimu.  Saya berhasil membuktikan bahwa saya juga punya hati. Saya memiliki perasaan. Yang seharusnya tanpa ada yang salah dengan itu. Namun, Saya mencintaimu. Jakarta, 30 Agustus 2026.