Postingan

Jarum Jam

Papan tik terus mengetik, tulisan terus tertulis. Orang-orang terus berjalan maju menembus waktu. Setiap jam mendetikan sebuah perkembangan sifat seseorang. Tetapi jam di rumah ku seperti tak pernah hidup kembali. Bunga-bunga dan pohon terus bertumbuh. Suara detik Jam di rumah semakin kencang. Sudut kamar ini tak akan membawa ku kemana-mana. Haruskah ku pecahkan saja kaca jam itu?. Angin tak henti berhembus menembus kain. Rambutku tidak akan menjadi lebih pendek lagi. Jarum jam seakan menusuk inti hati ku. Memaksaku untuk terus bergerak. Sebuah pergerakan seakan menghentikan semuanya. Binatang tak beranak. Tak ada daun di musim gugur. Dan aku berusaha melangkah maju seiring jarum jam.

Setiap Roda Harus Berputar

          Hidup tetap berjalan. Setiap roda telah berputar. Seperti yang kau paparkan di hari itu. Hari itu. Mimpi-mimpi masih berada di ketinggian awan. Belum pernah kupakai kembali jaket kulitku semenjak hari itu. Rambutku juga masih memanjang. Musik-musik yang kudengar belakangan ini terdengar cukup indah. Lalu ada sebuah kegagalan yang terjadi kembali, namun tidak membuatku terkejut. Aku benar-benar melanjutkan hidup. Untungnya ada sebuah kegiatan yang membuatku produktif dan memakan waktu ku seharian.           Kembali aku berkenalan dengan wajah-wajah baru, sifat yang sudah familiar. Aku bertemu salah satu anggota pemerintah negara ini yang cukup relevan. Aku juga mengenal lebih dalam dengan beberapa anggota organisasi-ku. Ternyata mereka menyenangkan, mereka membuatku tertawa dan aku membuat mereka tertawa. Sungguh, melihat seseorang yang mengapresiasi leluconku benar-benar membuatku bahagia. Walau cukup melelahkan pada hari sebel...

You Were Never Really There

You were never there. But still life goes on. The rain fell on and on and on. It never really stopped. The fingers of wind touched my hair was never that soft. The leaves were trying to stick to the tree. People were just passing. They were passing the eyes that has been searching for you. But you were never there. The leather jacket that i wore, the fine makeup on my face, the hair that has grown, was waiting for you. People greeted me eye to eye, they've lost my eye. It never stopped searching for you. The question of your location was unknown, but i already knew where you were. Still i searched for you, but you were never there. With a heavy heart, i accepted the fact that you were never there. I know you will never come. I was so stupid to think that you're gonna be there. When i already knew the fact of everything about you on things. I was so excited to see you, after you canceled our appointment twice. I continue my life asking the question "What If you're here?...

Apa Yang Terjadi dengan Gambar Itu?

        Aku mengambil buku gambar dan pensilku. Kuraut ujung pensilku agar lebih nyaman ketika menggambar. Kopi sudah kubuat, takaran susunya lebih banyak dibanding kopinya. Sempat sedikit bingung tentang bentuk apa yang akan aku perintahkan pensil ini. Lalu aku berpikir "Mungkin kita bisa mulai dari mata? Namun agar sedikit berbeda, kita tambahkan air mata". Ide bagus, pikirku. Kugambar perlahan tapi pasti. Mata yang dilengkapi air mata yang menggenang sudah jadi,  sekarang kita buat hidung. Hidungnya kecil tidak begitu mancung. Kugerakan lagi pensilku kebawah, kugambar bibir yang tebal tapi pendek. Agar lebih realistis kugambar kerutan di wajahnya. Garis kerutan ketika tersenyum dan pada bagian kantung mata. Rambutnya sedikit lurus dengan poni yang berada persis di atas alisnya yang tipis dan panjang.        Lalu apa?. Seperti ada yang kurang dengan gambar ini. Oh, telinganya terlalu naik. Tapi setelah kuperbaiki, perasaanku tidak berubah t...

Hari Esok, Tak Ada Yang Tahu

         Akhir-akhir ini rasanya hidup ku terasa sangat hambar. Pikiranku sehari-hari hanya berinteraksi dengan jam yang ada di telefon genggam, dinding, dan tanganku. Semuanya berjalan dengan biasa saja, tak ada yang menarik maupun yang buruk. Dan sudah seharusnya aku berterimakasih atas hal itu, karena dulu, hidupku selalu berada di ambang kegilaan. Seharusnya aku bersyukur karena sekarang hidupku baik-baik saja. Tidak nyaris masuk ke dalam rumah sakit jiwa. Sepertinya aku lahir untuk tantangan. Aku butuh tantangan baru. Sudah 2 bulan aku berumur 16 tahun dan belum terjadi apa-apa dalam hidupku seperti kebanyakan karakter-karakter di dalam film, yang dimana cerita mereka mulai pada umur 16 tahun.           Sebenarnya faktor eksternal sudah mendorong untuk memulai cerita hidupku. Percaya atau tidak, ada beberapa lelaki yang menyampaikan perasaan romantisnya terhadapku. Aku tidak bisa, aku sangat tabu terhadap hal ini. Aku menjauhka...

Emosi Melanda Jiwa Yang Kosong

       Hari ini (10 April 2025) aku bangun pukul 04.45 dini hari demi sekolah. Jika tidak ada sekolah, sudah kupastikan,  pukul 13 siang adalah waktu yang cocok untuk memenuhi rasa kantuk ku. Tidak ada yang menarik pagi itu. Aku berpisah dengan kasur ku pukul 05.10 dengan sangat amat terpaksa. Lalu solat, memakai seragam, merias wajah ku se-sederhana mungkin, menyisir rambut, sarapan dengan roti yang ditaburi serpihan cokelat, lalu berangkat dari rumah menggunakan ojek. Suasana lalu lintas pagi itu juga terlihat seperti biasa, tidak ada yang menarik. Klakson berbunyi, pemotor tidak mau kalah, jalanan yang cukup sempit untuk waktu dimana orang-orang berangkat untuk memulai kegiatannya.          Hari ini adalah hari kedua kita masuk sekolah setelah libur panjang, yaitu libur Idul Fitri. Suasana sekolah cukup sepi. Kelas 12 sudah tidak menjalani aktivitas belajar karena mereka akan fokus untuk tes masuk perguruan tinggi. Ada beberapa siswa ...

Black Swan

       Movies do change lives. I can put my self first as an example. At 13 years old i watch the storyline of Black Swan 2010, that was played by Natalie Portman as Nina. It's about a girl who’s obsessed with perfection, who idolized perfection, who killed for perfection. Since then, Natalie Portman's character, Nina, stuck in my head. It became one with my brain. Black Swan delivered the obsession for perfection was really good that i want to have a plot like that for my life. That’s where my lore started.         13 Years old was not my best year, dare i say the worst. So far. Everything went downhill ever since. I would like to blame it on my desire to be perfect, just like Nina. 6 Months before i knew Black Swan, i got accepted to a junior high school that i never wanted. I didn't even know that the school ever existed before. Just like any normal person would do, i cried. I wish i was smarter, maybe the school that i wanted would exce...