Jarum Jam
Papan tik terus mengetik, tulisan terus tertulis.
Orang-orang terus berjalan maju menembus waktu.
Setiap jam mendetikan sebuah perkembangan sifat seseorang.
Tetapi jam di rumah ku seperti tak pernah hidup kembali.
Bunga-bunga dan pohon terus bertumbuh.
Suara detik Jam di rumah semakin kencang.
Sudut kamar ini tak akan membawa ku kemana-mana.
Haruskah ku pecahkan saja kaca jam itu?.
Angin tak henti berhembus menembus kain.
Rambutku tidak akan menjadi lebih pendek lagi.
Jarum jam seakan menusuk inti hati ku.
Memaksaku untuk terus bergerak.
Sebuah pergerakan seakan menghentikan semuanya.
Binatang tak beranak.
Tak ada daun di musim gugur.
Dan aku berusaha melangkah maju seiring jarum jam.
Komentar
Posting Komentar