Setiap Roda Harus Berputar
Hidup tetap berjalan. Setiap roda telah berputar. Seperti yang kau paparkan di hari itu. Hari itu. Mimpi-mimpi masih berada di ketinggian awan. Belum pernah kupakai kembali jaket kulitku semenjak hari itu. Rambutku juga masih memanjang. Musik-musik yang kudengar belakangan ini terdengar cukup indah. Lalu ada sebuah kegagalan yang terjadi kembali, namun tidak membuatku terkejut. Aku benar-benar melanjutkan hidup. Untungnya ada sebuah kegiatan yang membuatku produktif dan memakan waktu ku seharian.
Kembali aku berkenalan dengan wajah-wajah baru, sifat yang sudah familiar. Aku bertemu salah satu anggota pemerintah negara ini yang cukup relevan. Aku juga mengenal lebih dalam dengan beberapa anggota organisasi-ku. Ternyata mereka menyenangkan, mereka membuatku tertawa dan aku membuat mereka tertawa. Sungguh, melihat seseorang yang mengapresiasi leluconku benar-benar membuatku bahagia. Walau cukup melelahkan pada hari sebelumnya, namun keesokannya semuanya berjalan menyenangkan.
Aku sedang memutar roda hidup, dan demikianlah engkau dengan roda hidupmu. Kau tak pernah sedikitpun berpikir bahwa roda ini akan berputar pundak-dengan-pundak. Aku tidak tahu akan ketertarikanku dengan konsep yang ada pada dirimu atau pada dirimu. Tangan dan kaki terus memutarkan. Aku tak bisa terus menerus berusaha menyetarakan roda kita. Seorang perempuan berusaha membelah diri dari inti hatinya kepada orang lain. Salahku jika kucari dirimu pada orang lain. Namun juga menjadi salahku tidak mencarimu pada orang lain.
Aku bertemu dengan seseorang yang mungkin bisa memutarkan roda ini bersama. Aku merasa terdapat kesamaan dengan orang tersebut. Ia juga ramah dan sangat mengapresiasi leluconku baik dengan kata maupun tawa. Ia melihatku ketika aku tak terlihat. Tidak seperti kau diwaktu itu. Walaupun aku sedikit bingung, apakah aku sedang menyalah artikan sebuah tawaran pertemanan dengan romansa?. Aku selalu menyayangkan hal ini tidak pernah terjadi diantara 'kita'.
Seperti penghianat rasanya ketika aku mulai memisahkan diriku dari masa lalu yang sepertinya tak akan pernah bersambung. Padahal kau disana sudah memulai melupakan butir demi butir tentangku. Kau menjalankan hidup dengan tenang. Sepertinya aku juga harus sepertimu. Hidup terus berjalan bukan? Dan maafkan aku jika aku sedikit melihatmu ketika melihatnya.
Komentar
Posting Komentar