Persetan Kamu

     Ini sangat amat membunuhku. Fakta bahwa aku sedang menyukai seseorang namun aku tidak bisa melakukan apapun dengan rasa suka ini. Aku tidak bisa mendekatinya, aku tidak bisa memilikinya, aku tidak bisa dekat dengannya. Dan satu topik utama untuk dirinya adalah aku takut dia merasa risih dengan diriku. Aku tidak bisa melakukan apa-apa dengan perasaan ini. Kalaupun kami memiliki hubungan yang resmi, pada akhirnya kami akan berakhir dengan perpisahan. Perpisahan yang sebenarnya kami berdua sudah tahu akan terjadi dalam hitungan menit. Kami berdua sudah tahu bahwa akhir dari hubungan ini adalah perpisahan mutlak yang terjadi karena *****.

    Tapi itulah masalahnya. Aku tahu semua pendekatan untuk memilikimu adalah sia-sia. Dan salah satu hal yang paling kubenci di dunia ini adalah orang-orang yang membuang waktuku. Mendekati dan mencintaimu adalah salah satu hal yang membuang waktuku. Tapi sekali lagi, itulah masalahnya. Aku ingin selalu mendekatimu. Satu jam berada dalam kehadiranmu saja dapat membuatku lupa akan kerinduanku yang datang dengan segerombolan air mata pada jam 10 malam, yang membasahi kain bantalku. 

    Mendekatimu sia-sia, tapi tidak berada di dekatmu membuatku nyaris gila... Semua. Semua yang sudah kulakukan, dan yang akan kulakukan untuk mendapatkan hatimu akan berujung pada perpisahan dan penolakkan. Dan kamu akan melihatku sebagai perempuan bodoh. Yang menangis pada setiap kekosongan pada pandangan matanya. Yang tubuhnya dibiarkan untuk diserang gejala tifus. Yang pikirannya dibiarkan untuk dilahap secara perlahan akan kerinduanmu. Ah... Mengkhawatirkanmu itu sia-sia. Merindukanmu itu sia-sia. Mendekatimu itu sia-sia. Mencintaimu itu sia-sia, yang bodohnya kulakukan semua. 

    Kamu telah menjatuhkan harga diriku. Aku dibuat bodoh. Meluangkan waktuku untuk seseorang adalah titik terpuncak kasih-ku kepada sesama manusia. Waktuku telah kamu sita tanpa sepengetahuan kamu sendiri. Ah... lihat. Lihat saja apa yang sedang kulakukan pada jam 23.00 ini. Aku sedang mengetik blog tentang dirimu, padahal ada segudang hal perlu aku lakukan. Lihat aku sedang membuang waktuku untuk hal yang sia-sia. Dan kamu tidak akan pernah membaca ini!!! Lihat aku sedang dibuat tolol oleh seseorang yang sedang terbaring di ranjangnya. 

    Persetan. Ini bukan aku sama sekali, tidak pernah kusangka harga diriku akan diinjak sebegitunya. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu. Kalaupun kamu tahu, aku sangat amat yakin kamu akan memasang wajah bodohmu itu ketika melihatku, dengan tertawa yang muncul dalam bentuk sepatu bot menginjak tubuhku.

    Akan kucukupkan ketikan tolol ini, sebelum aku semakin sadar betapa banyak waktuku yang terbuang hanya untuk seseorang yang tak akan pernah kumiliki, dan jika aku miliki- pastinya akan berujung dengan perpisahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kutukan Penghuni Rumah Entah Berantah

Lukisan Untukmu

Surat Dari Tubuh Tak Ber-inang