Sebagai Romo Yang Baik
Pada ketikan ini mungkin aku akan terdengar seperti seorang romo yang tidak ingin mendengarkan pengakuan dari jemaatnya, namun aku bukanlah seorang romo, dan teman-temanku bukanlah sekumpulan jemaat. Aku sangat menyukai ketika seseorang datang kepadaku untuk mencurahkan isi hati mereka, rasanya seperti sebilah pedang sedang dipindahkan dari pundak kanan ke pundak kiriku oleh mereka. Aku telah diberi kehormatan dan kepercayaan untuk menyimpan rahasia dan hati mereka. Aku merasa senang mengetahui bahwa aku tidak diragukan.
Curahan hati mereka sebagian besar yaitu mengenai kisah romansa yang biasa terjadi pada kalangan remaja. Dua bulan terakhir sudah ada, kurang lebih, sepuluh orang yang melakukan 'pengakuan' kepadaku soal kisah romansa mereka. Aku menerima pengakuan mereka dengan khusyuk dan dilanjutkan dengan pandanganku sebagai orang ketiga, diikuti dengan solusi. Sebagai orang yang belum pernah menjalani hubungan yang serius dengan lawan jenis, tentu ada beberapa hal dalam kisah-kisah mereka yang membuatku tak habis pikir dan membuatku tak mengerti. Sebagian besar kisah mereka terlalu kekanak-kanakkan.
Hari demi hari, pengakuan-pengakuan terus diakui kepadaku. Romansa tak mau lelah. Semakin hari, semakin tidak masuk akal, mulai dari perselingkuhan, pacar yang posesif, temanku ada yang berpacaran dengan berandalan, ada yang menyukai temannya hanya karena ia mirip ibunya, ada yang selalu mencari masalah dengan pacarnya, ada yang berpacaran untuk bersenang-senang saja, dan kisah aneh lainnya. Akibat dari banyaknya kisah aneh ini, terdapat satu pertanyaan muncul di dalam pikiranku,
"kenapa orang-orang aneh atau tidak benar ini memiliki seseorang yang tertarik kepada mereka?".
Aku merefleksikan kembali pertanyaan tersebut kepada diriku, jika orang yang aneh saja bisa menarik seseorang, lalu apakah aku aneh maksimal?.
Aku menjadikan pertanyaan tersebut latar belakang dari sehari-hariku, sampai aku mencapai satu titik di mana aku merasa bahwa, mungkin wajah dan fisikalku sangat amat jelek hinga tidak ada satu jiwa yang tertarik kepadaku. Aku menjadi semakin tidak percaya diri. Ditambah, aku merasa mereka telah melabeliku dengan mengatakan bahwa aku ini terlalu 'teoritis'. Mungkin, mereka melihat bahwa aku adalah orang yang tidak berperasaan. Atau mungkin aku memang jelek. Kita tidak ada yang tahu.
Aku menjadi kesal, karena kenapa orang-orang tidak benar ini dapat menarik orang lain, sedangkan aku yang tidak memiliki catatan kriminal sama sekali, malah tidak menarik di mata siapapun. Aku merasa tidak adil. Aku sering menanyakan eksistensiku berkali-kali hanya karena tidak ada yang tertarik kepadaku. Ini aneh. Sekarang semua pengakuan-pengakuan rasanya hanya seperti bisingan latar belakang yang terdengar buram. Aku hanya mendengarkan ketika suara mereka mulai mencapai nada tinggi, karena itu berarti inti kisahnya. Aku menjadi malas mendengarkan kisah orang-orang tidak benar ini. Jangan cerita kepadaku mengenai kisah romansamu yang tidak masuk akal itu, jika ujung-ujungnya ini tidak menguntungkanku sama sekali. Jika kamu pada akhirnya hanya melihatku sebagai tempat bercerita. Jika kamu tidak tertarik padaku.
Komentar
Posting Komentar